Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Desember 2011

Aku Rela Untukmu AVRIL!!



Gadis asal Balikpapan berparas oriental ini. Hari rabu  tanggal  11 Mei 2011 kemarin pergi ke Jakarta demi bertemu dengan sang Idolnya yaitu Avril Lavigne. Perajalan dari kota gudeg menuju kota betawi, ia rela mengorbankan kuliahnya hanya demi bertemu dengan sang idola.  “Saya bolos selama 3 hari demi konser teresbut, kapan lagi ketemu Avril?” tuturnya, sambil melentangkan badanya di kasur  kostnya ketika di wawancarai.
Fitri tidak menyangka akan menonton konsernya tahun ini, karena saat itu tidak ada teman yang mau diajak menonoton. Setelah memberi tahu kakaknya yang berada di kota Lombok, yang kebetulan sangat mengidolakan Avril juga, tanpa basa-basi Kakaknya pun langsung mengiyakan,  bahkan dibelikan tiket premium seharga 675.000. “Seneng banget mendapatkan tiket gratis ketemu Idola” tuturnya dengan nada riang.
Setelah mendapatkan tiket tersebut, ia pun menyusun scedule kemudian membeli tiket peswat untuk keberangkatanya tanggal 10, H-1 sebelum hari H. “Alhamdulillah dapet tiket murah PP Jogja-Jakarta Rp. 600.000” tutur anak dari pengusaha air mineral di Kalimatan Timur ini.
Uang tabungan yang akan digunakan untuk berlibur ke Bali pun terpaksa diambilnya untuk ongkos menonton konser.“ Tadinya liburan semester ini  ada rencana  berlibur ke Bali namun akhirnya terpakai uang ongkos buat ke Jakarta, sehingga  saya harus menabung lagi untuk liburan impiannya” tuturnya dengan nada rendah wajahnya pun sedikit berubah.
Namun wajahnya pun berubah kembali ketika menceritakan perjuangannya bertemu Idoalnya tersebut. setelah sampai di Jakrata ia telah di tunggu oleh sang kakak yang berangkat dari Lombok, dan menuju hotel berbintang lima. “Semua Akomodasi hotel, taksi, shopping, dan salon selama di Jakarta ditanggung oleh kakak saya, soalnya dia sudah punya usaha sendiri”  tuturnya dengan nada riang“nggak tahu habis berapa totalnya. Kalo harga kamar yang kami pakai Rp. 1000.000 per malamnya” tuturnya dengan nada merendah. Terlihat sedikit malu menyebutkan angka yang cukup fantastik untuk harga kamar hotel yang digunakan menginap.
Ada pengalaman lucu yang menjadi kenangan baginya ketika akan menuju konser tersebut.  “ketika saya dan kakak dari hotel menuju ke tempat konser, kami terjebak macet. Akhirnya kami memutuskan untuk turun dari taksi terebut dan memutuskan untuk bejalan kaki.” Sambil memainkan smartphone yang berada di gengaman tanganya. “Namun tidak jauh dari situ ia menemukan pangkalan ojeg, lalu menaiki ojeg tersebut” tuturnya sambil tertawa mengingat kejadian tersebut ”Bayangkan saja, saya sudah di salon selama satu jam, mengunakan mini dress terbaik, dan sepatu boot dari Thailad eh naik ojek, sampai jadi tontonan orang. tapi cuekin ajak yang penting ketemu Avril”. Bibirnya pun tersenyum lebar.
Fitri pun menceritakan awal mula menyukai sang Lady Rocer asal Kanda ini. “Saya menyukai Avril sejak SMA kelas dua, saat itu tidak sengaja menonton vidieo clipnya di televisi, suranya bagus, dan lagu yang berjudul Glirfriend soalnya persis dengan cerita cinta saya, Menyukai pria yang telah memiliki pasangan” tuturnya agak sedikit malu-malu dan muka sedikit menerwang menginagta masa lalunya.  
Mulai sejak saat itu ia pun mulai menyukai lagu-lagu lainnya, seperti i’m with you, complicated dan lagu lainnya, sehingga dsetiap ada lagu barunya ia tidak pernah tertinmggal untuk mendownload. Tuturnya sambil memakan donat yang di suguhkan.
Selain lagu-lagu yang menjadi koleksinya, ia pun menulai mengikuti gaya sang idola. Mulai dari  pakaian hingga  make up yang dikenakanya “semenjak saat itu saya mulai menyukai warna hitam, gaya pakaian pun mengikuti avril lavigne, seperti mengenakan kemeja hitam dengan dasi merah, menurut saya stylenya sangat bagus, simple” tuturnya penyuka warna hitam ini. “ Saya pun mengunakan eyeliner dan eye shadow warna hitam ketika berdandan, lebih terlihat keren” tuturnya bangga.
Sosok seorang Avril Lavigne menurut Fitri merupakan wanita yang sangat kuat, dan tegar. “Ketika ia bercerai dengan suami yang pertama, ia tetap tegar  mau berkerja keras”ungkapnya dengan nada lantang. Selain itu merupakan sosok artis yang sangat ramah. “Avril  sangat nberbeda dengan artis luar lainnya, ketika ia sampai bandara. Ia bersedia melakukan jumpa fans, dan memebria tanda tangan pada pengemarnya. “ tuturnya sambil membetulkan posisi tidurnya. “waktu Justin Baber datang ke Indonesia, dia di perlakukan sangat ekslusif sekali, di jaga oleh beberapa bodiguardnya. Sedangkan Avril hanya di temani 16 crew saja dan sangat menghargai fans-fansnya”  menuturkannya kepada kami.
 Fitri hanyalah seorang pengemar yang sangat mencintai  idolanya,  uang berjuta-juta rupiah rela dikeluarnya demi seoarang artis idola yang hanya di temuinya selama 2 jam kurang. Jika saja ia lebih melihat keadaan di luar sana masih banyak orang yang membutuhkan uang tersebut, untuk sekolah, makan, kesehatan. Dan lain-lain. Sedangkan bagi Fitri uang tersebut dengan mudahnya di keluarkan hanya untuk seseorang yang belum tentu mengenalnya.  



23.09.2011

Rabu, 30 November 2011

Dari kecil Mahasiswa terbiasa Mencontek



Dari kecil Mahasiswa terbiasa Mencontek  
  Oleh : Rizky Arya Lestari
                “Hampir 85% teman-teman saya mencontek saat Ujian Tengah Semeseter.” Tutur seorang mahasiswi 2009 Manajemen internasional Program  bernama Firda. Sambil memainkan laptop dan membuka situs jejaring sosial ketika di wawancarai ia bercerita mengenai kebiasaan mencontek yang telah ia lakukan sejak kelas 3 SD itu.
                Saat beranjak duduk di bangku kelas 3 SD ia telah terbiasa mencontek. Karena mata pelajaran mulai sulit dipahami. “Waktu itu saat ulangan Matematika, saya tidak bisa mengerjakan soalnya karena saya tidak belajar dari pada nilai saya jelek. Akhirnya saya mencontek pekerjaan teman sebangku saya.” Tuturnya dengan muka memerah, sejak saat itu lah Firda terbiasa melakukan cara instan tersebut ketika ia  malas belajar.
                Pengalaman lain  pernah dialaminya, ketika ia duduk di bangku SMA ketahuan mencontek oleh gurunya saat ujian Bahasa Jepang. “Saya memiliki kelemahan dalam mengahapal.” Tutur wanita yang memiliki mata sispit dan kulit putih ini. Akhiranya pada  saat ujian Bahasa Jepang tersebut ia membuat catatan kecil yang berisikan tulisan kanji. Dari belakang gurunya sedang melihat aksi Firda menyalin kedalam kertas jawabanya. “Malu saya saat ketahuan dan saya pun semapat dimarahinya.” Tuturnya sambil menerawang kejadian di masalalunya tersebut.
                Perempuan yang memiliki IPK 3,5 ini pun mengungkapkan kebiasaanya sejak kecil ini menjadi kebiasaan sampai sekarang. Namun saat ini ia  jarang melakukannya, karena malu sudah besar. Namun ketika kepepet ia melakukannya saat mata kuliah yang sifatnya hitungan. “Saya kurang PD kalo masalah hitungan jadi suka nyamain jawaban atau tanya rumus sama teman.” Tutur dara asal Lampung ini.
                Ditempat yang sama saya mewawancari seorang laki-laki bertubuh besar, berkacamata, dan mengenakan kemeja coklat Cresenda. Ia bernama Ramadhan mahasiswa Akutansi 2009. Ia pun memiliki pengalaman yang sama dengan Firda “Saya saat ujian kemarin nyontek mbak.” Tuturnya sambil tersenyum lebar. “Dari 8 mata kuliah yang saya ambil 2 matakuliah saya nyontek” tutur laki-laki asal Betawi ini.
                Ramadhan pun memiliki alasan yang berbeda dengan Firda mengenai aksi contek mencontek ini. Ia melakukan tindakan curang dalam ujian karena kurang memahami mata kuliah yang diambilnya, kurang minat dengan mata kuliah tersebut, sehingga menjadikan motivasi untuk  belajar dalam mata kuliah yang diambilnya itu berkurang . “Kurang minat dengan mata kuliahnya jadi malas belajar.” Tuturnya  tegas.
                Alasan lain yang dialami Ramadan ketika ia melakukan aksi kecurangan  ini  karena cara Dosennya membosankan, cara ngajarnya kurang semangat hanya begitu-begitu saja “Ngajarnya ngebosenin  baca slide doank,” tuturnya singkat kemudian melanjutkan pembicaraan. “Selain itu ruangan kelasnya kurang nyaman misalnya R.1/5B panas banget. Kelas sebanyak itu diisi oleh 50 mahasiswa saat ujian.” Tutur salah satu aktifis kampus Fakutas Ekonomi ini.  
                Mahasiswa yang memiliki IPK diatas 3,5 ini pun menceritakan trik-trik yang dilakukan saat ia melakukan aksi menconteknya. Biasanya ia mengkopikan slide power point kedalam Hpnya. sehingga dengan cara tersebut memudahkan aksinya ketika sedang ujian. “Nggak berani kalo harus bawa “kerpean”. Kalo pake HP khan bisa mengurangi bukti kalo ketahuan” tuturnya dengan santai.
                Trik lain pun digunakan olehnya ketika pengawasnya galak. Ia pura-pura ke kamar mandi, mencari jawaban di dalam HPnya yang berisi materi ujian tersebut, kemudian menghapalkanya sekitar 10-15 menit dan ia pun kembali ke ruang ujian untuk menuliskan jawabannya.
                Sambil menarik napas dengan perlahan ia pun menuturkan sebuah ungkapan. “Soalnya orang tua hanya selama ini hanya melihat hasil bukan proses. Meraka menuntut nilai anaknya selalu baik dan tinggi. Padahal mereka tidak tahu minat anaknya apa” tuturnya penyuka fotografi ini.
                Demi membahagiakan orang tua, demi mendapat nilai yang meuaskan mahasiswa sering melakukan kecuranga  saat ujian. Salah satu nya yaitu Firdha dan Ramdhan. Mahasiwa seharusnya mulai memaknai setiap apa-apa yang dilakukannya. BUKAN NILAI, tapi maanfaat yang didapatkan, sehingga ia dapat mengambil keberkahan dari ilmu yang didapatknya. Semoga kita tidak termasuk mahasiswa yang pernah melakukan kecurangan.