Sabtu, 05 November 2011

Naik Eksekutif, Gratis Tiket Bisnis

Naik Eksekutif, Gratis Tiket Bisnis
Oleh : Rizky Arya Lestari
Suasana stasiun Tugu malam itu sangat ramai. Terlihat orang-orang yang hendak mudik untuk merayakan lebaran Idul Adha di kampung halamannya. Begitu juga dengan Aku malam itu, ditanganku telah kubawa buah tanggan yang diberikan oleh seorang sahabat dekatku yaitu Himatu Ulya untuk Sang bunda di rumah. Malam itu Aku tidak sendiri karena seorang teman kostku asal Kalimantan Tengah hendak ikut mudik bersamaku ke Kota Santri yaitu Kota Tasikmalaya ia bernama Mitha.
Malam itu kami dari kost mengendarai taksi A*A yang merupakan taksi langgan.  Sesampai disana kami langsung menuju tempat pembelian tiket meskipun antrian yang cukup panjang tidak mengurungkan niatku untuk  mengantri,  karena rasa kangenku kepada dua adiku di rumah dan keluargaku sudah mengebu-gebu.  Aku tetap pun tetap mengantri padahal keadaan badanku cukup lelah hati itu karena banyak aktofotas yang aku lakukan dari pagi hingga sore.
Petugas penjual tiket yang mengenakan batik hari itu menanyakan kota tujuan kami.
“Selamat malam mbak, Tiket tujuan mana?”.Tuturnya dengan ramah.
“Tasikmalaya LODAYA MALAM, BISNIS 2 TIKET”. Tuturku  
“ Maaf mbak untuk kelas bisnis habis yang masih tersisa tinggal eksekutif”.
Tanpa berpikir panjang akupun langsung mengiyakan. Meskipun aku harus menambah bayaran sebanya 50% dari tiket BISNIS. “Ok..! Mbak..! GPP tiket Eksekutif saja.”.
Setelah pembelian tiket kami pun menunggu keberangakatan di Stasiun sambil menyantap 2 piring nasi goreng Ayam dan Sapi.
***
Tepat pukul 21.27 Kereta Api yang akan mengantarkan kami ke kota tujuan pun tiba.  Gerbong 4 kursi 4a-4b. Suasana di dalam gerbong malam itu sunyi sekali. Para penumpang kereta pun  terlihat sedang  menikmati istirahatnya . Kursi yang sangat nyaman, AC yang cukup dingin, selimut dan bantal empuk pun menemani kami selama perjalanan.

Si petugas tiket pun mengahampiri kami untuk mengecek tiket kami. Setelah  dilakukan pemeriksaan Mita pun memasukan tietnya kedalam tas. Dan ia pun mulai mencari posisi nyaman untuk tidur. Ia pasangkan headset ke telinganya kemudian meminum obat anti mabuk perjalanan. Setelah itu ia tarik selimut yang cukup tebal untuk melindungi tubuhnya dari dinginya AC.  Ketika ku tenggok 15 menit kemudian ia telah tertidur pulas di sampingku. Aku masih sibuk membaca buku sambil ngobrol dengan mengunakan smartphoneku via BBM dengan beberapa sahabat dan kakak sepupuku.
Ku tenggok jam tanganku. Menunjukan pukul 10.57 masih daerah Purworejo.  Setelah mengubah posisi tidur beberapa kali aku belum bisa tertidur. Akhirnya aku pencari kursi yang kosong untuk tidur. Terlihat 2 kursi depan ku yaitu nomor kursi 2c-2d kosong dan aku pun pindah ke kursi tersebut. Tanpa memberitahu Mitha yang sedang pulas aku pun pindah  ke kursi tersebut. Ku set alarm yang ada di handphone . 03.00 karena biasanya sampai ke kota tasik 03.15 / 03.30. kemudian dengan cepat aku pun tertidur.
Aku pun mulai merasa kedinginan. Kemudian menengok HP ku karena aku tidak mendengar suara alarmku berbunyi.  HPku kehabisaan batrei ternyata. Kemudian aku melihat jam tangan ku menunjukan pukul 04.30. “Astagfirullah” tuturku.  Kemudian  melihat ke jendela  luar yang masih sangat gelap. Aku mengunakan instingku.”Sepertinya Tasikmalya sudah terlewati.”  Tuturku dalam hati karena aku merasa asing dengan kota yang sedang  dilewati. Aku menuju tempat dudukku semula. Terlihat Mitha masih terlelap efek obatnya masih  berekasi sepertinya. Dan aku pun mulai membangunkannya.
“Mih…!” (Mamih adalah panggilan kesayanganku untuknya karena ia sudah ku anggap kakakku sendiri.)
“Mih..! Bangun” tuturku agak keras sambil mengoyangkan badannya.
Ia pun mulai membuka matanya. “ Kie kita dah sampe?” tanyanya sambil mengucek-ngucek matanya.
“Kurang tahu mih kayaknya kita udah ngelewatin Tasik nih. Kita cari petugas dulu yuk mih.” Mitha pun mengekor di belakangku terlihat ia masih sangat ngantuk. Kemudian Kami mencari petugas  untuk memastikan sudah sampai dimana . Seorang laki-laki dengan  baju seragam biru  dan warna kulit yang cukup gelap pun menanyakan maksud kami mendatanginya.

“Ada apa mbak” tuturnya.
“Ini sduah sampai mana pak?” tanyaku dengan polos.
“Leles mbak?”
“hengggggg. Leles tuh mana pak?”
“Garut. Memang mbaknya mau kemana?”
“Seharusnya saya turun di Tasik pak.”
“Sebentar”. Ia pun mulai mengambil selembar ketas yang berisi print out kota tujuan.
“Mbak duduk di gerbong berapa?”
“Gerbong 4 Ekseskutif kursi 4a-4b“
“Di daftar ini. Penumpang di gerbong 4 tujuannya Bandung semua. Sehingga saya tidak membangunkan mbak” tuturnya menjelaskan pada kami.
Aku pun mengecek tiket yang berda di tangan Mitha”ternyata si petugas yang di stasiun menuliskanya Bandung bukan Tasikmalaya. Dan aku pun lupa tidak mengecek sebelumnya.”
“Ooo”  tuturku bulat. “terus kami gimana Pak?” Tanyaku lemas.
“Ya sudah mbaknya nanti turun di Bandung saja nanti ikut kereta yang berangkat ke tasik LODAYA PAGI. Mbak lapor dulu pada Kepala  Stasiun disana.”
Aku pun mengiyakan. Dan mengucapkan terimakasih pada bapak yang bernama Bayu tersebut.
Aku pun kembali ke kursi duduk kemudian mengisi batrai HP ku. Mama mulai menelepon dan aku jelaskan bahwa aku kebablasan dan ini sudah ada di Garut dan aku akan ke Bandung dulu karena jika  turun di Garut  tidak mengetahui harus naik apa ke tasik selain itu suasana hari pun masih sangat gelap.
                Pukul 05.30 Sampailah kami di kota Bandung kami langsung menuju kantor kepala stasiun untuk memperjelas nasib kepulanganku ke Tasik. Aku sempat berpikir jika nasib kami tidak jelas, kami akan hendak ke terminal Cicaheum kemudian  naik bus ke Tasik.  Namun aku tetap menenagkan  diriku sendiri. Sambil tersenyum aku pun menjelaskan kasus yang kami alami. dan berharap mendapatkan tiket gratis. Karena uang di dompetku tinggal Rp..50.000,-  hanya cukup untuk naik bus BDG-Tasikmalaya. Aku pun mengerhakan skill negosiasiku  untuk mendapatkan tiket tanpa harus mebayar karena ini kesalahan dari si petuagas Stasiun yang menulis kota tujuan. Setelah mengobrol sebentar akhirnya si kepala stasiun pun memberi kami 2 tiket gratis kelas bisnis hanya berlaku sampai kota Tasik. Ia pun berpesan kepada kami “Awas mbak jangan ketiduran lagi”. Sambil tersenyum.  Aku pun tersipu malu.
                Karena keberangkatan masih 2 jam lagi kami pun sarapan pagi dengan 1 piring nasi+chiken katsu di restoran cepat saji di stasiun. “Numpang sarapan di Kota Bandung” tuturku pada Mitha.
“Ia…nanti kalo udah tua buat cerita anak cucu.  Ketiduran di kereta” tuturnya sambil tertawa.
Dan akhirnya kami pun pulang dengan kereta LODAYA PAGI pukul 08.00 dan sampai di Tasik pukul 10.45.
Alhamdulillah perjalanan YOG-BDG-TSM 13 jam .

NB: Dalam kondisi apa pun kita harus tenang. Karena dengan jiwa yang tenang dan yakin bahwa Allah akan membatu kita dalam setiap keadaan. Dan memudahkan Jalan.

RIZKY ARYA LESTARI
3 November 2011

Kamis, 13 Oktober 2011

Bersama dari Muslimah  Pintar asal  Lombok



                Oleh : Rizky Arya Lestari
 
Ditemui di serambi mesjid kampus Al-Muttasidin. Sore itu banyak sekali anak-anak yang sedang belajar mengaji bersama perempuan berkulit putih, bermata sipit, dan bertubuh mungil ini. Saat itu ia mengenakan jilbab warna hitam dan pakaian bermotif bunga-bunga. Dara asal Lombok ini bernama Ely Windarti Astuti. Ely merupakan salah satu mahasiswa jurusan Akutansi angkatan 2008.
Di sela-sela Ely mengajarkan membaca, menulis di TPA Al-Muttasidin Ely pun bercerita mengenai perasaannya pada saat masuk Finalis 5 Besar Mawapres 2011 ini.  Pada awalnya ia memang ingin sekali menjadi Mawapres tahun ini, namun persiapannya sangat mendadak karena ia baru mendapatkan informasinya H-2 sebelum pengumpulan formulir beserta persyaratan lainnya. “Alhamdulillah bisa masuk 5 besar Mawapres meskipun targetnya juara pertama karena saat itu saya habis sakit Tipus jadi persiapanya kurang” tuturnya anak ke 3 dari 5 bersaudara ini.
Ely memaparkan aktifitasnya selain kuliah. Saat ini Ely  menjadi asisten dosen di beberapa mata kuliah di jurusan Akutansi, “Sambil mengisi waktu luang, dan mengulang pelajaran”. Menyatakan alasaan menjadi asdos tersebut kemudian melanjutkan pembicaraan. “ Saat menjadi asdos saya lebih banyak belajar, karena ketika saat akan mengajar saya WAJIB mempelajari materi terlebih dahulu agar apa yang disampaikan pada mahasiswa tidak salah” tutur mahasiswa yang berkeinginan menjadi seorang Dosen Akutansi Syariah ini.
Alasaan ingin menjadi seorang Dosen bagi Ely karena Bapak seorang pengajar dari situ timbulah keinginan untuk mejadin seorang pengajar namun di jenjang yang lebih tinggi. “Almarhumah Bapak merupakan seorang guru di SMA, sehingga saya berkeingin menjadi seorang Dosen“. Tuturnya  Lugas.
Sambil  menerawang ke masa SMAnya dulu. Ely pun mulai menceritakan pengalamnya 4 tahun silam. Ada pengalaman yang cukup unik. Ely yang termasuk siswa yang cerdas ia masuk ke jurusan IPS bukan karena tidak mamapu masuk IPA namun ia memiliki misi lain yaitu ingin mematahkan tembjok bahwa siswa IPS yang biasa diangap anak bawang disekolah bisa mebuat suatu prestasi di sekolah dibandingkan siswin  IPA. “ tuturnya dengan nada penuh ketegasaan. Biasanya siswa IPS  hanya sisa yang memiliki nilai minim dan tidak bisa  masuk IPA. Pada akhirnya ketika Ely menjadi siswa IPS tetap bisa berprestasi itu pun dibantu dengan dukungan dari teman-teman sekitarnya dan ia pun bisa membuktikannya dengan prestasi yang gemilang dan misi tersebut berhasil sehingga IPS tidak dipandang sebelah mata.
 Ely yang memiliki IPK 3,86 ini  tidak pernah mengalami kesulitan dalam belajar meskipun aktifitasnya berjibun. “Sejak SD saya memang sudah terbiasa menjadi juara umun, begitu juga ketika dibangku SMP dan SMA meskipun banyak kegiatan.” Dengan  seperti itu ia terbiasa dengan banyak kegiatan. “Saat di bangku kelas 2 SMP saya menjabat sebagai ketua OSIS, Ketua PRAMUKA, bendahara KOPSIS . namun Pelajaran tetap menjadi prioritas utama. Meskipun saat itu pernah sedkit turun tapi saya bisa mengembaalikan lagi nilai-nilai saya.” Tuturnya dengan nada cepat manadakan semangat yang tiada henti dari dirnya.
Mengenai Berorganisasi menurut Ely adalah penting karena ketika dikelas hanya mendapatkan ilmu yang sifatnya akademik namun ketika beroraganisasi kita bisa mendapatkan berbagai macam pengalaman, teman, ilmu baru yang tidak didapatkan ketika di kelas. “mempelajari ilmu kehidupan” tuturnya. Sehingga dari Organisasi tersebut menjadikan ia lebih mandiri sejak kecil.
Dukungan kedua orang tuanya saat ini sangat berpengaruh sehingga Ely menjadi anak yang cerdas.  “Selama ini aktifitas saya selalu diketahui oleh orang tua, apapun itu. Dan Alhamdulillah sampai saat ini pun Bapak dan ibu selalu mendukung aktifitas saya. Baik akademik maupun Non akademik”. Ia pun berdiam sejenak kemudian melanjutkan pembiacaraan. Apapun kegiatannya akademik saya tetap penjadi prioritas utama saya demi menjaga kepercayaan orang tua.


Nada rendah pun terdengar dari dara kelahiran tahun 1990 ini. “Saya selalu ingat pesan dari Almarhumah Bapak saya beliau selalu berpesan JADILAH ORANG YANG MEMILIKI BANYAK ILMU, BUKAN BANYAK HARTA KARENA HARTA ITU TIDAK DIBAWA MATI. “ tuturnya sambil menutup pembicaraan . Anak-anak TPA pun mulai siap-siap untuk pulang. 






Kamis, 22 September 2011

Indahnya Menjadi Penampung Curhat



Beberapa Akhir ini penulis seringkali ditemuai  oleh teman-temnnya di kampus. Tidak tahu mengapa orang-orang saat ini sering mecurahkan segala bentuk perasaan yang sedang mereka rasakan. Ada yang sedang mencari Jodoh, Putus  dengan kekasihnya, curhat masalah Skripsi, Keluarga, Organiasi dan masalah lain-lainnya. Intinya melayani curhat.
Dari cerita-cerita mereka ia mendapat sebuah pengalaman baru, ilmu baru, bahkan semangat baru. Kadang jika ia mendengar sesuatu cerita yang tidak pernah ia duga sebelumnya. dan dari cerita-cerita tersebut dalam mengambil sesuatu yang positif misalnya menjadi lebih bersukur, lebih empati, lebih peka. HANYA Dengan Mendengarkan. Memasangkan telinga ketika orang lain berbicara itu saja yang ia lakukan.
Terkadang dari pengalaman-pengalaman yang mereka ceritakan ketika cerita tersebut positif kita bisa bisa mengambil hikmah. Dan ketika cerita tersebut kurang baik maka bisa dijadikan sebuah pejaran berharga   kemudian melakukan sebuah antisipasi agar terhindar dari hal terburuk tersebut.
Dengan hanya mendengar orang yang mencurahkan perasaannya maka mereka pun akan merasa lega dan tenang. Karena sembuah tekan-tekanan yang ada dalam dirinya bisa ia keluarkan. Setidaknya beban psikologinya berkurang. Dan mereka tersenyum kembali. Penulis sangat bahagia jika orang yang bercerita kepadanya itu telah bisa tersenyum kembali.
Selain itu yang dirasakan oleh penulis sendiri mendapat sesuatu amanah  yaitu menjaga semua cerita-cerita tersebut jangan sampai orang-orang mengetahui masalah yang dihadapi mereka.
Dari masalah-masalah tersebut terkadang penulis  dituntut untuk mencari sebuah solusi agar orang yang curhat tersebut tidak salah jalan lagi. Namun jika belum menemukan solusi. Solusinya adalah Merapatkan diri padaNya. Heheheheheheh ^_^
Teruntuk beberapa orang keluarga, sahabat, kawan, dan teman. Terimakasih engkau telah mempercayaiku. Karena aku merasakan Indahnya menjadi seorang penampung curhat. Ketika aku tidak bisa berdakwah  yang berkowar-kowar seperti kondang. Namun aku bisa berdakwah dengan berbagi penagalaman dengan kalian semua... Salam SUKSES. Semoga Jalan kalian selalu diberikan kemudahan dan kelancaran.  

Sabtu, 17 September 2011

i Love to Organize 2

RESENSI :













Judul                     : i Love to Organize 2
Oleh                      : Rizky Arya Lestari  
Penulis                  : Sofie Beatrix
Penerbi t               : Gramedia Pustaka Utama 
Pertama Tahun Terbit :Agustus, 2010
Jenis Cover           : Soft Cover
 Dimensi                : 13.5 x 20 cm
Jumlah Halaman   : 180
Kategori:Ekonomi, Bisnis dan Manajemen - Manajemen

Buku ini yang memiliki 94 halaman ini sangat berguna bagi orang-orang yang sering membuat sebuah event atau terlibat dalam kepanitian sebuah event yang kecil mapun besar.dalam buku ini di jelaskan  Event tidak hanya event besar aja. tapi juga event-event kecil seperti arisan, sykuran pun merupakan sebuah event.    
Buku yang memiliki cover  bergambar kartun ini. menjelaskan mengenai pengertian apa itu yang dimaksud dengan E0. Bagaimana membuat sebuah EO. Memanage sebauh EO. Selain itu juga ada tips-tips. Bagaimanca caranya mebuat sebuah acara yang cukup mewah dengan modal 0 rupiah. Yaitu dengan cara melakukan kerjasama dengan seponsorsip untuk mendanai acara tersebut.
Sofie baetrix sebagai seorang penulis dan praktisi pun menceritakan pengalamannya bagaiman ia membuat even ulang tahunnya sekaligus acara lauching buku yang pernah di tulisnya. Dengan mengandalkan kerjasama dengan para sponsor. Sehingga menurutnya ulang tahun itulah paling meriah dengan kocek 0.
Selain itu buku ini disertai dengan cara membuat Roundown Acara, Desain acara, Proposal dan melakukan kerjasama dengan Sponsor besar. Ini bisa digunakan para pemula ketika ia akan membuat sebuah event. Karena selain dalam bentuk Hard copy diserati CD sebagai contohnya.
Keunggulan lain buku ini cukup praktis dan mudah diapahami karena  gaya yang digunakan adalah bahasa populer.
#Semoga Bermanfaat#

Rabu, 14 September 2011

Seuntai Kata Part 1


                                                   Oleh : Rizky Arya Lestari

Hari Ini Penulis ingin berbagi kata-kata motivasi. 

1# Lakukan Sesuatu Dengan Cinta, Karena Jika Anda Melakukanya Dengan Cinta Hasilnya Akan Menjadi Sesuatu Yang Maha Dasyat.

2# Nikamatilah Setiap Fase-Fase Kehidupan, Karena Setiap Fase Akan Memberikan Sesuatu Pelajaran yang Berharga dalam Kehidupan. 

3# Lakukan Segala Pekerjaan Anda Dengan lkhlas. 

4# Belajarlah Peka denganLlingkungan di sekitar Anda. Karena Lingkungan akan Memberikan Pelajaran Yang Sangat Berharga

5# Perfeksionis itu perlu, maka Hasilnya Akan menjadi SEMPURNA

6# Ketika Anda memiliki Niat yang baik, maka ACTIONlah. Karena jika hanya Niat saja maka Anda tidak akan perah melihat hasilnya. 

7# Jadilah Manusia Pembelajar. Karena Ilmu itu tanpa Batas 

8# Libatkalah Allah dalam segala aktifitas. 

9# Menyegerakan sesuatu akan mempercepat HASIL. 


Semoga Bermanfaat dan Mengetarkan Hati Anda... SALAM SUKSES dan SEMANGAT

Selasa, 13 September 2011

Sukses Bernegosiasi


Oleh : Rizky Arya Lestari

                Setiap orang pastilah pernah melakukan Negosiasi, baik secara formal maupun informal. Salah satu contoh sederhana adalah ketika anda bersama teman anda akan memutuskan untuk pergi mencari makan. Dari realita tersebut maka Anda dapat meilhat. Biasanya siapa yang lebih mendominasi dalam pembicaran tersebut, biasanya orang yang lebih mendominasi adalah orang yang memiliki kekuatan yang kuat dalam melakukan negosiasi. Itu hanya contoh kecil saja, jika Anda berkerja sebagai seorang marketer dalam sebuah perusahan. Maka Anda memerlukan strategi-strategi khusus dalam melakukan negosiasi. Sebagai salah seorang staf maketing suatu organisasi di salah satu Univeritas Swasta Islam di DIY kali ini penulis akan berbagi Tips mengani hal ini.  
1.       Anda Harus Mengetahui Siapa Lawan Dalam Negosiasi
Memahami Sasaran Anda dalam melakukan Negosiasi sangatlah penting,  dengan memahami kebiasaan, budaya, bacround keluarga, hobi, dan lain-lain. Maka hal tersebut akan memudahkan  untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Cara ini merupakan salah satu yang efektif karena  si lawan akan merasa nyaman . Selain itu juga Anda harus bisa memahami kondisi si lawan dengan cara menggunakan feeling  karena dalam hal ini memerlukan insting yang kuat. Sehingga hasilnya kan menjadi tepat dan mencapai harapan Anda.

2.       Mengusasi Materi
Kuasai yang  apa yang akan diskusikan saat itu. karena dengan menguasai materi maka ini akan menjadi poin plus bagi Anda. Biasanya ketika Anda tidak menguasi materi maka Anda pun harus siap-siap menerima kekalahan. Biasanya Penguasaan materi menambah kekuatan dalam melakukan negosiasi sehingga Anda menjadi pemenang dalam negoasiasi

3.       Bahasa
Bahasa harus di sesuaikan dengan lawan bicara Anda. Karena ini menjadi hal penting jika Anda tidak menguasai bahasa yang digunakan oleh lawan, Maka Anda harus mengatakan sejujurnya bahawa Anda tidak menguasai bahasa tersebut. Jangan sampai dalam melakukan negosiasi terjadi suatu miss communication. Ahirnya negosiasi puntidak berjalan sukses.  

4.       Negosiasi yang dilakukan  ada bermacam-macam
-Langsung melakukan dengan cara face 2 face Negosiasi seperti ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihanya yakni keputuasaan yang ingin dicapai lebih cepat, namun anda harus menyiapkan berbagai alternatif solusi. Sehingga ketika tidak terjadi suatu kesepakatan maka Anda sudah memperisapakan antisipasinya. Kekuarangannya adalah biaya yang dikeluarkan sangat besar.

-Tidak Langsung melakukan negosiasi dengan mengunakan telepon biasanya negoasiasi ini dilakukan karena jarak sang target cukup jauh dan tidak dapat di jangkau. Kelebihanya anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang cvukup besar hanya biaya pulsa. Kekuaranganya  biasanya kita harus melakukan negosiasi tersbut berulang-ulang. Ketika anda melakukan negosiasi seperti ini maka Anda harus cukup sabar menghubungi sang target tersbut sampai akhirnya tujuan anda tercapai.

5.       Follow Up
Setelah melakukan negoasiasi maka negosiator harus segera melakukan tindak lanjut dari hasil-hasil yang telah disepakati sebelumnya. ketika menemukan ketidak samaan dari yang telah disepakati sebelumnya maka negosiator harus melakukan konfirmasi secara cepat kepada klien yang telah menyepakatinya.

6.        Menjaga Hubungan
Setelah Anda mekukan negosasi dan kerja sama dengan sang target. Maka berhasil atau tidak negoasiasi tersbeut maka Anda harus tetap melakukan silaturahmi. Karena ini akan membantu Anda ketika melakukan negoasiasi selanjutnya.

Menjadi seoarang negosiator harus memiliki semangat yang pantang menyerah, karena pada realitanya banyak sekali  negosiasi yang gagal. Sehingga ketika Anda melakukan ke gagalan maka cepat lah bangkit. Karena kegagalan merupaka keberhasilan yang tertunda.

Minggu, 11 September 2011

Kuasailah ilmu dengan Pawang dan Kudanya


            Oleh : Rizky Arya Lestari 

Sore itu di suatu tempat, Penulis bertemu dengan seorang Pria, ia berusia 26 tahun. Penulis memanggilnya dengan sebutan Sang Guru. Sepeti biasa  hari itu merupakan jadwal pertemuan kelas menulis, yang terdiri dari 6 orang. Namun karena suasana masih libur lebaran. Kami hanya ber 3 saja. penulis, Mbak yang berparas manis asal kota Pemalang dan Adik angkatan Asal kota Lombok.  
Hari itu tidak ada pemerikasaan tugas menulis seperti biasa, hanya sedikit share saja. Karena diantari kami masih menikamati masa liburan.
Sang Guru yang hari itu mengenakan Jaket Hitam yang merupakan jaket kesayangannya pun memulai pertemuan kelas tersebut. Setelah diawali dengan “Bissmilahirohmanniroihim” ia pun menyakan kabar kami selama liburan ini.
Sambil menikmati tahu bulat yang ada di meja bundar tersbut ia pun mulai menyampaikan certia-cerita motivasi untuk kami.
“Hidup itu harus haus ilmu, apapun itu, karena hidup tanpa ilmu itu akan sia-sia.” Tuturnya sambil memasukan tahu bulat kedalam mulutnya. “Selain itu menuntut ilmu harus dengan cara yang tepat, yaitu dengan cara memberikan nutrisi untuk Jasad dan ruh”. Ia pun menarik napas sebentar, kemudian meneruskan pembicarannya. Ibaratnya Ruh itu adalah Pawang, dan Jasad itu Kuda. Maka kita sebagai manusia harus bisa mengandalikan Kuda, bukan Kuda yang mengendalikan pawang. “Bagaimana caranya agar seimbang” tutur si Pemalang. Sambil merapikan janggut kesayangannya ia pun berkata. Sebagai Insan yang sempurna kita harus menyempatkan waktu untuk melakukan muhasabah diri, dengarkanlah kata hati karena itu adalah bahasa Ruh, yaitu dengan cara mendekatkan diri padaNya. Kemudian Kuasailah Pawang tersebut,sehingga  setiap langkah yang dilakukan pun akan terarah. Kuda pun akan mengikuti kemana Pawang itu bergerak.
Lihat saja keadaan sekarang ini, banyak orang yang berilmu namun mereka tidak memliki perilaku yang berilmu. Koruptor dimana-mana. Berlomba-lomba untuk menjadi penguasa dunia dan selalu mendahulukan urusan duniawi.  Padahal hidup itu tidak hanya di Dunia saja. namun ada kehidupan yang lebih kekal, dimana kita tidak membawa kuda dan assecorisnya. Namun hanya Pawang dan amalan saja yang kita lakukan di dunia ini.
Berilmu itu merupakan sebuah keharusan, maka kuasailah ilmu dengan Ruhmu. Bukan dengan Jasadmu.
                Adzan Magrib pun berkumandang kami pun bergegas ke Mesji Jama’ah Al-Muttasidin untuk melaksankan salat berjama’ah.